Laman

Sabtu, 03 Agustus 2013

Hanya Curhat

Terkadang hati risau dengan semua yang terjadi belakangan ini. Apakah ini yang terbaik untuk hidupku dan hidupnya ?
Jika saja bisa ku intip catatan hidup yang telah di rencanakan-Nya. Mungkin aku takkan menunggu dengan rasa khawatir.
Tapi itulah hikmahnya kita tak mengetahui catatan rencana hidp yang telah dipersiapkan Allah jauuuh sebelum kita dilahirkan dari kandungan Ibu, agar kita selalu belajar berbaik sangka kepada-Nya bahwa apa yang sudah Dia rencanakan untuk kita adalah pasti yang terbaik dan selalu mengandung hikmah.

Well, salah satu yang tak bisa kita ketahui dari rencananya itu adalah Jodoh.
Ada apa dengan jodoh ??
Ya itu sebuah misteri lain yang tak bisa kita pecahkan, bahkan yang sudah menikah pun blum tentu jodohnya.
apalagi yang belum kalo gtu ya ?
Pacaran di masa sekarang ini pasti udah lumrah, bahkan anak SD pun udah sayang-sayangan ke oacarnya dan berani mesra di depan publik. Padahal mandi aja masih harus dimandiin kayanya.
Haduuuhh --"

Polemik ini sedang melanda diriku juga, wanita belum matang yang akan segera menginjak usia 21.
Saat sebelumnya, terpikir sekali rasa sangat ingin menikah muda.
Tapi setelah ada rencana akan melangsungkan pertunangan, rasanya ada sesuatu yang mengganjal. Banyak sekali pertanyaan muncul, kegundahan, kerisauan, intinya galau.
Berdoa meminta petunjuk Allah sudah tentu, tapi tetap saja pertanyaan Apakah dia benar2 jodohku selalu muncul dalam benak ku.
Sifatku yang masih kekanak-kanakan kadang selalu emosi, apakah aku sudah benar-benar siap jika benar jodohku sudah dekat ?
Pasti Allah tahu apa yang telah direncanakan-Nya untukku, pasti saat rencana itu terjadi adalah ketika aku telah siap menjadi seorang pendamping sang pemilik tulang rusukku, istri yang selalu mendukung dan menjadi tempatnya bersandar dikala dunia tak ramah padanya, memberikan rumah terhangat untuk dia kembali.
Apakah jodoh itu melulu karena cinta ? Mungkin saja, tapi banyak sekali kisah dimana bahkan tak ada sama sekali cinta sebelum pernikahan berlangsung, itu terjadi karena kesiapan, kepasrahan diri terhadap apa yang telah Allah rencanakan, Subhanallah.

Saat pertalian kasih ini sedang diwarnai dengan rasa sebal yang menjadi-jadi, kebencian akan sifat pencuriga, kadang cemburu, kadang hal-hal tak logis menjadi alasan suatu pertengkaran, itu memang sensasi tali kasih yang didalamnya terdapat rasa yaitu cinta. Karena tak mungkin jika tak ada rasa kita akan mengalami saat tak llogis tersebut.
Namun, hal itu kadang menyebabkan suatu kecemasan dalam hati, apakah kami bisa bersatu dalam ikatan sakral dan membangun keluarga sakinah mawaddah warrahamah jika kondisi itu masih terjadi ?
Hanya Allah yang tahu akhir dari kisah ini, atau aku akan menuntun garis nasib ku ?